RESUME MATERI 4
Ø Teori Produksi
Teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara
kuantitas produk dan faktor-faktor produksi yang digunakan. Faktor produksi
adalah sumber daya yang digunakan dalam proses produksi barang dan jasa. Faktor
produksi dibagi menjadi dua jenis, yaitu faktor produksi asli dan faktor
produksi turunan. Faktor produksi asli adalah faktor produksi yang berasal dari
alam dan tidak dapat diciptakan oleh manusia, seperti tanah, air, dan udara.
Sedangkan faktor produksi turunan adalah faktor produksi yang berasal dari
hasil olahan manusia dari faktor produksi asli, seperti modal, tenaga kerja,
dan teknologi. Semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha
memperbesar nilai barang disebut sebagai faktor-faktor produksi. Fungsi
produksi menunjukkan sifat hubungan teknis antara faktor produksi (input) dan
hasil produksi (output). Hubungan fisik antara faktor produksi dengan produksi
disebut dengan fungsi produksi. Dalam teori produksi, faktor produksi sangat
penting karena dapat mempengaruhi jumlah output yang dihasilkan. Produsen dapat
mengoptimalkan proses produksi dengan memaksimalkan faktor-faktor produksi yang
dimiliki agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi produksi
menunjukkan sifat hubungan teknis antara faktor produksi (input) dan hasil
produksi (output). Beberapa konsep penting dalam teori produksi antara lain:
a.
Produksi:
Suatu proses untuk mengubah barang input menjadi barang output.
b.
Faktor
produksi: Sumber daya yang digunakan dalam proses produksi, seperti tenaga
kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.
c.
Fungsi
produksi: Menunjukkan sifat hubungan teknis antara faktor produksi (input) dan
hasil produksi (output).
d.
Produksi
alami: Produksi yang dihasilkan dengan menggunakan faktor alam.
e.
Produksi
rekayasa: Produksi yang dilakukan dengan memanipulasi faktor-faktor produksi.
f.
Produktivitas:
Kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan output dengan menggunakan input
yang tersedia.
g.
Biaya
produksi: Biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk.
h.
Kapasitas
produksi: Kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan output dalam jangka
waktu tertentu.
Teori produksi mencakup beberapa aspek, seperti jenis-jenis produksi, produktivitas, biaya produksi, hukum hasil yang semakin berkurang, dan fungsi produksi. Teori produksi dapat membantu produsen untuk mengoptimalkan proses produksi agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan memaksimalkan faktor-faktor produksi yang dimiliki.
Dalam teori produksi, terdapat beberapa kurva yang penting untuk
dipahami, antara lain:
1. Kurva Produksi Total (Total Product Curve/TPC): Kurva ini
menunjukkan hubungan antara jumlah output total yang dihasilkan dengan jumlah
input variabel yang digunakan. Kurva ini cenderung mengalami peningkatan pada
awalnya, kemudian mencapai titik puncak, dan akhirnya menurun. Pada titik
puncak ini, produksi mencapai jumlah maksimum yang dapat dihasilkan dengan
input yang diberikan.
2. Kurva Produksi Marginal (Marginal Product Curve/MPC): Kurva ini
menunjukkan perubahan output tambahan yang dihasilkan oleh setiap unit input
tambahan yang digunakan. Kurva ini cenderung mengalami peningkatan pada
awalnya, kemudian mencapai titik puncak, dan akhirnya menurun. Pada titik
puncak ini, produksi mencapai jumlah maksimum yang dapat dihasilkan dengan
input yang diberikan.
3. Kurva Produksi Rata-Rata (Average Product Curve/APC): Kurva ini
menunjukkan rata-rata output yang dihasilkan oleh setiap unit input yang
digunakan. Kurva ini cenderung mengalami peningkatan pada awalnya, kemudian
mencapai titik puncak, dan akhirnya menurun. Pada titik puncak ini, produksi
mencapai jumlah maksimum yang dapat dihasilkan dengan input yang diberikan.
Ketiga kurva ini saling terkait dan dapat digunakan untuk
mengoptimalkan proses produksi dengan memaksimalkan output yang dihasilkan
dengan input yang tersedia.
Berikut adalah perhitungan kurva dalam teori produksi:
1. Kurva Produksi Total (Total Product Curve/TPC):
- Jumlah output total yang dihasilkan dengan jumlah input variabel
yang digunakan.
- Kurva ini cenderung mengalami peningkatan pada awalnya, kemudian
mencapai titik puncak, dan akhirnya menurun.
- Pada titik puncak ini, produksi mencapai jumlah maksimum yang
dapat dihasilkan dengan input yang diberikan.
2. Kurva Produksi Marginal (Marginal Product Curve/MPC):
- Perubahan output tambahan yang dihasilkan oleh setiap unit input
tambahan yang digunakan.
- Kurva ini cenderung mengalami peningkatan pada awalnya, kemudian
mencapai titik puncak, dan akhirnya menurun.
- Pada titik puncak ini, produksi mencapai jumlah maksimum yang
dapat dihasilkan dengan input yang diberikan.
3. Kurva Produksi Rata-Rata (Average Product Curve/APC):
- Rata-rata output yang dihasilkan oleh setiap unit input yang
digunakan.
- Kurva ini cenderung mengalami peningkatan pada awalnya, kemudian
mencapai titik puncak, dan akhirnya menurun.
- Pada titik puncak ini, produksi mencapai jumlah maksimum yang
dapat dihasilkan dengan input yang diberikan.
Perhitungan kurva-kurva tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan
rumus-rumus matematika yang terkait dengan teori produksi. Misalnya, untuk
menghitung Kurva Produksi Marginal, dapat digunakan rumus sebagai berikut:
MP = ΔTP / ΔL
Di mana:
- MP = Marginal Product
- ΔTP = Perubahan output total
- ΔL = Perubahan input variabel (tenaga kerja)
Dengan menggunakan rumus tersebut, produsen dapat menghitung
besarnya Marginal Product yang dihasilkan oleh setiap unit input tambahan yang
digunakan. Hal ini dapat membantu produsen untuk mengoptimalkan proses produksi
agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan memaksimalkan faktor-faktor
produksi yang dimiliki.
Produksi jangka pendek dan produksi jangka panjang adalah dua
konsep yang terkait dengan teori produksi. Berikut adalah penjelasan detail
mengenai produksi jangka pendek dan produksi jangka panjang:
Produksi Jangka Pendek
a.
Jangka
pendek adalah periode produksi di mana perusahaan tidak mampu dengan segera
melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa faktor
produksi.
b.
Dalam
produksi jangka pendek, terdapat faktor produksi tetap dan faktor produksi
berubah.
c.
Biaya
produksi dalam jangka pendek menyangkut biaya tetap dan biaya variabel.
d.
Fungsi
produksi jangka pendek adalah periode waktu di mana paling tidak hanya ada satu
input yang tetap dan kuantitasnya tidak dapat diubah-ubah.
e.
Bila
produsen ingin menambah produksinya dalam jangka pendek, maka hal ini hanya
dapat dilakukan dengan jalan menambah jam kerja dan dengan tingkat skala
perusahaan yang ada.
Produksi Jangka Panjang
a.
Jangka
panjang adalah periode produksi di mana semua faktor produksi dapat mengalami
perubahan.
b.
Dalam
produksi jangka panjang, semua faktor produksi dapat ditambah jumlahnya kalau
memang diperlukan.
c.
Biaya
produksi jangka panjang merupakan perhitungan biaya produksi di mana semua
faktor produksinya bisa mengalami perubahan.
d.
Fungsi
produksi jangka panjang adalah suatu periode waktu yang cukup panjang, di mana
semua faktor produksi dapat diubah-ubah.
e.
Dalam
jangka pendek maupun jangka panjang, perusahaan harus tetap mempertahankan
efisiensinya dan menetapkan target yang akan dicapai setiap tahunnya, yang
harus dicapai dengan biaya minimum.
Dalam produksi, perusahaan harus mempertimbangkan baik produksi
jangka pendek maupun jangka panjang untuk mencapai tujuan produksi yang
diinginkan.


Komentar
Posting Komentar